Bertempat di SMPN 5 Cilacap, kemarin Jumat, 3 Juli 2015, sekitar pukul 14.00 WIB berlangsung rapat lanjutan rencana seminar nasional dalam rangka pelantikan pengurus ISPI Cabang Cilacap masa bakti 2015-2018. Rapat kali menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain:
1. Pembicara seminar ditetapkan:
a. Dr.Tjipta Subadi, M.Si. (Dosen Pascasarjana UMS Surakarta, selaku Sekum ISPI Jawa Tengah).
b. Prof.Dr. Slameto, M.Pd. (Guru Besar UKSW Salatiga, selaku Bendum ISPI Jawa Tengah)
c. Prof.Dr. Ahman, M.Pd. (Guru Besar UPI Bandung, selaku Sekum ISPI Pusat)
2. Ada perubahan susunan acara, dari rencana berakhir pukul 13.00 menjadi pukul 14.30 WIB.
3. Ada perubahan RAB karena acaranya berubah.
Bagi pengurus ISPI Cabang Cilacap yang tergabung ke dalam panitia seminar, hasil rapat selengkapnya dapat di unduh di sini.
Kamis, 09 Juli 2015
Senin, 29 Juni 2015
Rapat Lanjutan Persiapan Seminar Nasional
Bertempat di SMP Negeri 5 Cilacap, kemarin Jumat 26 Juni 2015, sekitar pukul 14.00 WIB telah berangsung rapat lanjutan persiapan Seminar Nasional Dalam Rangka Pelantikn Pengurus ISPI Cilacap Periode 2015-2018.
Rapat yang dihadiri oleh 14 pengurus yang tergabung ke dalam panitia ini membahas rencana anggaran biasa kegiatan seminar nasional. Telah disepakati jumlah anggaran sekitar 23 Juta.
Rapat diakhiri pukul 16.15 WIB dan disepakati rapat selanjutnya tanggal 3 Juli 2015 pukul 13.30 WIB di SMP Negeri 5 Cilacap. Kepada jajaran panitia dimohon hadir.
Hasil rapat selengkapnya dapat diunduh di sini.
Rapat yang dihadiri oleh 14 pengurus yang tergabung ke dalam panitia ini membahas rencana anggaran biasa kegiatan seminar nasional. Telah disepakati jumlah anggaran sekitar 23 Juta.
Rapat diakhiri pukul 16.15 WIB dan disepakati rapat selanjutnya tanggal 3 Juli 2015 pukul 13.30 WIB di SMP Negeri 5 Cilacap. Kepada jajaran panitia dimohon hadir.
Hasil rapat selengkapnya dapat diunduh di sini.
Senin, 22 Juni 2015
ISPI Cilacap Rencanakan Adakan Seminar Nasional
Sebagai tindak lanjut rapat pembentukan pengurus, kemarin, Minggu 21 Juni 2015, bertempat di SMP Negeri 5 Cilacap diadakan rapat pembahasan rencana pelantikan pengurus ISPI Cilacap periode 2015-2018 yang akan disertai dengan kegiatan ilmiah.
Kegiatan ilmiah yang disepakati adalah Seminar Nasional. Sasaran peserta seminar adalah guru SD/SMP/SMA di wilayah kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purbalingga, Banjar, dan Ciamis.
Kegiatan seminar direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Agustus 2015 bertempat di Cilacap Kota. Sebagai nara sumber adalah pengurus ISPI Jawa tengah, Pejabat Disdikpora Cilacap, dan ISPI Cilacap.
Bagi para pengurus ISPI Cilacap yang masuk ke dalam kepanitiaan Pelantikan dan Seminar, hasil rapat selengkapnya dapat di download di sini.
Kegiatan ilmiah yang disepakati adalah Seminar Nasional. Sasaran peserta seminar adalah guru SD/SMP/SMA di wilayah kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purbalingga, Banjar, dan Ciamis.
Kegiatan seminar direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Agustus 2015 bertempat di Cilacap Kota. Sebagai nara sumber adalah pengurus ISPI Jawa tengah, Pejabat Disdikpora Cilacap, dan ISPI Cilacap.
Bagi para pengurus ISPI Cilacap yang masuk ke dalam kepanitiaan Pelantikan dan Seminar, hasil rapat selengkapnya dapat di download di sini.
Senin, 15 Juni 2015
Pak Mirza Kembali Pimpin ISPI Cabang Cilacap
Bertempat di SMP Negeri 5 Cilacap, sekitar jam 15.00 WIB telah ditetapkan pengurus Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Cabang Cilacap untuk periode 2015-2018. Selain beberapa muka baru yang tampil sebagai pengurus baru ini, pengurus lama masih mendominai kepengurusan, dengan pak Mirza Gholam Mokhammad yang didaulat kembali untuk memimpin ISPI Cilacap untuk tiga tahun ke depan hingga tahun 2018. Berikut susunan pengurus ISPI Cabang Cilacap Periode 2015-2018.
Profil Pengurus ISPI selengkapnya dapat diunduh di sini
Pelantikan pengurus direncanakan bulan Agustus 2015, yang disertai dengan kegiatan ilmiah.
Semoga di periode kedua ini, sumbangsih ISPI dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Cilacap menjadi nyata.
Profil Pengurus ISPI selengkapnya dapat diunduh di sini
Pelantikan pengurus direncanakan bulan Agustus 2015, yang disertai dengan kegiatan ilmiah.
Semoga di periode kedua ini, sumbangsih ISPI dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Cilacap menjadi nyata.
Rabu, 03 Juli 2013
Undangan Rapat Koordinasi

Kepada semua pengurus ISPI Cabang Cilacap, dimohon dengan hormat untuk hadir pada Rapat Koordinasi Pengurus, yang akan dilaksanakan besok pada:
Hari : Minggu
Tanggal : 7 Juli 2013
Waktu : Pkl. 10.00 WIB
Tempat : SMP Negeri 5 Cilacap
Karena pentingnya acara, dimohon dapat hadir dan tepat waktu.
Cilacap, 1 Juli 2013
Pengurus
Kamis, 23 Februari 2012
CARA MENGGUNAKAN MODEL MISTAR UNTUK MEMINIMALISIR VERBALISME BERMUSIK
*Mahmud Saefi
Email: smpnegeri4cipari@yahoo.co.id
Untuk melengkapi artikel tentang “Model Peraga Mistar,berikut ini penulis sajikan langkah-langkah cara penggunaan peraga model mistar.
a. Tentukan terlebih dahulu jenis tangganada yang akan dicari apakah tangganada mayor ataukah tangga nada minor.
b. Apabila sudah bisa ditentukan jenis tangganada yang dicari mayor apa minor, termasuk jenis yang mana, mayor berkrois ataukah mayor bermol. Demikian juga apabila yang dicari adalah tangganada minor, termasuk jenis yang mana apakah minor berkrois ataukah minor ber mol.
c. Apabila tangganada yang akan dicari adalah tangga nada mayor berkrois, tempelkan model peraga Mt 2 dengan dasar Mt 1 , dan apabila tangganada yang kita cari tangganadanya minor maka menggunakan model Mt 3 dengan dasar Mt 1.
d. Model Mt 2 digunakan untuk mencari perpindahan nada do sebagai pedoman menyusunan tangganada mayor, sedangkan model Mt 3 digunakan untuk mencari perpindahan la, sebagai pedoman penyusunan tangga nada minor.
Contoh:
1) Tangganada yang akan dicari adalah D, maka model peraga yang digunakan adalah Mt 2 dengan dasar Mt1.
Dengan peragaan di atas dapat ditemukan susunan Tangga nada D adalah sebagai berikut
Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa dalam susunan tersebut terdapat dua nada yang ada tambahannya –is, artinya dalam susunan tangga nada tersebut terdapat dua nada yang berubah ( yaitu f dan c naik ½ nada ) maka susunan tangga nada tersebut dinamakan tangga nada Mayor dua krois. Do = D
2). Apabila tangganada yang akan dicari adalah tangga nada minor, yang digunakan adalah model peraga Mt 1 dn Mt 3 tampak seperti berikut.
Dengan peragaan di atas dapat ditemukan susunan Tangga nada.
Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa dalam susunan tersebut terdapat satu nada yang ada tambahannya -es, artinya dalam susunan tangga nada tersebut terdapat satu nada yang berubah ( yaitu b turun ½ nada ) maka susunan tangga nada tersebut dinamakan tangga nada Mayor satu mol. la = d
Kamis, 03 November 2011
MEMINIMALISIR VERBALISME BERMUSIK MELALUI ALAT PERAGA SEDERHANA

*Mahmud Saefi
Email: smpnegeri4cipari@yahoo.co.idPendidikan merupakan wahana bagi pengembangan sumber daya manusia. Isi dan proses pendidikan perlu disesuaikan dengan kemajuan masyarakat. Dewasa ini masyarakat membutuhkan out put sekolah yang menguasai seperangkat kompetensi yang bermanfaat bagi kehidupan kelak. Kompetensi tersebut berupa pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran, dan lebih khusus lagi proses pembelajaran di kelas. Salah satu bidang pengembangan kompetensi di sekolah ditempuh melalui pendidikan seni musik. Pendidikan seni musik di sekolah umum pada dasarnya memiliki kaidah keilmuan yang khas, yang diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik, sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif, dan kreatif pada diri peserta didik.
Berdasarkan pengamatan penulis, pembelajaran mata pelajaran seni musik di sekolah yang dilakukan oleh guru, masih banyak yang menitikberatkan pada segi kognesinya saja. Materi-materi pelajaran yang diberikan kepada peserta didik masih bersifat verbal. Hal ini dapat ditunjukkan pada kasus apabila peserta didik dihadapkan tentang Tangga nada kurang bisa ‘menerapkan pola’ sesuai notasi. Dengan kata lain peserta didik kurang memahami konsep tangga nada.
Faktor lain, pembelajaran yang dilakukan didominasi oleh guru dan hanya bersifat satu arah, peserta didik hanya mendengarkan apa yang jelaskan oleh guru. Kekurangtahuan peserta didik sebagian besar dikarenakan kurang dipahaminya konsep dasar materi yang sedang dipelajarinya atau hanya bersifat verbalisme.
Dari gambaran di atas kiranya perlu diupayakan suata cara agar bahan ajar dapat dipahami peserta didik secara optimal, baik segi kognetif, afektif maupun segi psikomotornya. Salah satu langkah yang perlu ditempuh dalam pembelajaran dengan menggunakan alat peraga yang sederhana. Konsep materi akan mudah dipahami jika peserta didik aktif memanipulasi benda konkret dan semi konkret sebagai model representasi dari konsep yang abstrak .
Berikut ini penulis sajikan beberapa contoh peraga sederhana yang dapat digunakan untuk mata pelajaran seni musik tentang sistem tangga nada.
1. Alat Peraga Mistar
* Penulis adalah sekretaris II ISPI Cabang Cilaca
Guru SMP Negeri 4 Cipari yang mendapat tugas tambahan sebagai KS.
Langganan:
Postingan (Atom)







