Foto Saya
Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia
ISPI merupakan organisasi profesi di bidang pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya. Bertujuan menyumbangkan tenaga dan pikiran kepada pembangunan pendidikan Nasional secara profesional agar lebih terarah, berhasil guna dan berdaya guna, melalui pengembangan dan penerapan Ilmu Pendidikan untuk kemajuan dan kepentingan Bangsa dan Negara. Kami undang sarjana-sarjana pendidikan di Cilacap untuk bergabung bersama kami. Kirimkan biodata anda melalui e-mail ke mirzagholam@rocketmail.com. Bagi siapa saja yang ingin mencurahkan pikiran melalui tulisan, kirim saja tulisan anda ke e-mail: al_zaen72@yahoo.co.id.

Kamis, 23 Februari 2012

CARA MENGGUNAKAN MODEL MISTAR UNTUK MEMINIMALISIR VERBALISME BERMUSIK


*Mahmud Saefi
Email: smpnegeri4cipari@yahoo.co.id

Untuk melengkapi artikel tentang “Model Peraga Mistar,berikut ini penulis sajikan langkah-langkah cara penggunaan peraga model mistar.

a. Tentukan terlebih dahulu jenis tangganada yang akan dicari apakah tangganada mayor ataukah tangga nada minor.

b. Apabila sudah bisa ditentukan jenis tangganada yang dicari mayor apa minor, termasuk jenis yang mana, mayor berkrois ataukah mayor bermol. Demikian juga apabila yang dicari adalah tangganada minor, termasuk jenis yang mana apakah minor berkrois ataukah minor ber mol.
c. Apabila tangganada yang akan dicari adalah tangga nada mayor berkrois, tempelkan model peraga Mt 2 dengan dasar Mt 1 , dan apabila tangganada yang kita cari tangganadanya minor maka menggunakan model Mt 3 dengan dasar Mt 1.
d. Model Mt 2 digunakan untuk mencari perpindahan nada do sebagai pedoman menyusunan tangganada mayor, sedangkan model Mt 3 digunakan untuk mencari perpindahan la, sebagai pedoman penyusunan tangga nada minor.
Contoh:
1) Tangganada yang akan dicari adalah D, maka model peraga yang digunakan adalah Mt 2 dengan dasar Mt1.
Dengan peragaan di atas dapat ditemukan susunan Tangga nada D adalah sebagai berikut
Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa dalam susunan tersebut terdapat dua nada yang ada tambahannya –is, artinya dalam susunan tangga nada tersebut terdapat dua nada yang berubah ( yaitu f dan c naik ½ nada ) maka susunan tangga nada tersebut dinamakan tangga nada Mayor dua krois. Do = D
2). Apabila tangganada yang akan dicari adalah tangga nada minor, yang digunakan adalah model peraga Mt 1 dn Mt 3 tampak seperti berikut.
Dengan peragaan di atas dapat ditemukan susunan Tangga nada
Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa dalam susunan tersebut terdapat satu nada yang ada tambahannya -es, artinya dalam susunan tangga nada tersebut terdapat satu nada yang berubah ( yaitu b turun ½ nada ) maka susunan tangga nada tersebut dinamakan tangga nada Mayor satu mol. la = d


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar